Terapkan Strategi Berbisnis Ala Rasulullah Agar Usahamu Makin Lancar dan Sukses

 

Banyak dari kita yang menganggap bahwa hal utama untuk membangun bisnis yaitu dengan adanya modal. Namun, hal tersebut sangat berbeda dengan metode berbisnis ala Rasulullah. Menurut Syafii Antonio, kepercayaan dan kompetensi menjadi kunci utama dalam berbisnis. Selain itu, apa saja strategi yang digunakan Rasulullah semasa merintis bisnisnya? Simak ulasannya berikut ini!

Modal Bukan Menjadi Strategi Utama Dalam Memulai Bisnis

  1. Kepercayaan dan Kompetensi Diri

Menurut Syafii Antonio, kepercayaan (trust) dan kompetensi diri menjadi hal yang penting dalam membangun bisnis. Seseorang yang memiliki nilai trust atau kepercayaan merupakan seseorang dengan integritas dan kemampuan etos kerja melaksanakan usaha. Rasulullah memulai usaha dari kecil, yang hanya sekedar menjadi pekerja, kemudian diberi kepercayaan menjadi supervisor hingga manajer dan investor.

Proses perjalanan step by step tersebut, memberikan contoh bahwa Rasulullah adalah seorang pebisnis yang memiliki strategi dalam mengembangkan usahanya. Sebagai pebisnis, Rasulullah juga memiliki sifat yang ringan tangan dalam menginfakkan hartanya kepada orang lain yang membutuhkan. Rasulullah menyedekahkan banyak hartanya dan mengambil sedikit untuk dirinya sendiri.

  1. Nabi Memiliki Hubungan Interpersonal yang Baik dengan Pelanggan

Prinsip berbisnis ala Rasulullah dikenal memiliki hubungan interpersonal yang baik dengan pelanggannya. Hal tersebut ditunjukkan dengan wajah yang selalu tersenyum dan ramah kepada setiap pelanggannya. Selain itu, Nabi juga selalu ingat nama pelanggan atau mitra yang dijalin ditemuinya. Hal tersebut dinilai bagus untuk meciptakan sikap yang baik bagi pebisnis.

  1. Selalu Memberi Kepastian

Selama menjalani bisnisnya, Rasulullah dikenal selalu memberi kejelasan dan kepastian kepada mitra bisnisnya. Hal tersebut yang menjadikan pelanggan suka dengan bisnis Rasulullah. Selain itu Nabi juga memperlihatkan sikap yang selalu menghargai waktu dan selalu menunjukkan kesediaan berkorban untuk kepuasan mitra bisnisnya maupun pelanggan.

  1. Selalu Menjual Produk dengan Kualitas Bagus

Berikutnya adalah menjaga kualitas barang dagangan. Rasulullah tidak pernah menjual produk barang cacat. Produk barang yang cacat akan merugikan pembeli. Untuk itu jika kamu ingin memulai bisnis, penting untuk menggunakan aplikasi cakra POS di goaccuratesoft.com untuk memudahkan dalam menjalankan suatu bisnis.

Rasulullah juga selalu mencanangkan bahwa usaha adalah ladang menjemput pahala akhirat. Prinsip dagang yang dipercaya Rasulullah sangat berbeda dengan praktik dagang yang banyak dilakukan pebisnis saat ini. Pebisnis sekarang hanya akan mementingkan keuntungan duniawi, seperti penipuan dengan menjual barang berkualitas rendah, dengan tujuan mendapatkan keuntungan.

  1. Bersikap Jujur

Prinsip dagang ala Rasulullah yang kelima yaitu bersikap jujur. Kita sudah sering mendengar cerita bahwa dalam berdagang Rasulullah tidak pernah mengurangi takaran timbangan. Rasulullah juga senang melebihkan takaran timbangan agar pembeli senang. Selain itu, beliau juga selalu mengatakan apa adanya terkait kondisi produk yang dijual baik kelebihan maupun kekurangannya.

Itu tadi beberapa strategi ala Rasulullah selama menjalankan bisnisnya. Ternyata, modal berupa materi bukan menjadi kunci utama untuk mengawali bisnis. Justru, nilai-nilai diri seperti kepercayaan, kejujuran, kompetensi diri, semangat etos kerja yang tinggi, serta hubungan yang baik dengan pelanggan menjadi indikator yang sangat berpengaruh bagi kesuksesan bisnismu.

 

 

,

.